Jumat, 20 Januari 2012

Kasus Bunuh Diri Tentara AS Turun



BBC
Jenderal Peter Chiarelli mengatakan hasil laporan membantu memetakan masalah pada tentara AS.


Sebuah laporan menyebutkan angka tingkat bunuh diri di kalangan tentara AS sepanjang tahun 2011 menurun dibanding tahun sebelumnya. Namun laporan ini juga menyebutkan angka kekerasan dan kejahatan seksual yang terjadi di kalangan tentara AS menunjukan peningkatan.

Laporan itu mengatakan angka bunuh diri yang terjadi di lingkungan tentara yang aktif baik mereka yang bertugas pada Garda Nasional maupun tentara cadangan mencapai 278 kasus selama tahun 2011. Jumlah ini lebih sedikit dibanding tahun 2010 atau turun sekitar 9 persen.

Data ini menjadi sangat berarti karena ini merupakan penurunan pertama pada kasus bunuh diri tentara AS selama empat tahun terakhir. Laporan ini juga menyebut bahwa kasus post-traumatic stress disorder atau gangguan stres pasca-trauma sebagai sebuah 'wabah' dan saat ini diperkirakan ada 427 ribu pasukan yang mengalami kondisi tersebut.

"Ada sejumlah kabar baik dari laporan terakhir ini namun ada juga beberapa kabar buruknya," kata Jenderal Peter Chiarelli kepada wartawan dalam jumpa pers di Pentagon. "Kami tahu masih ada banyak hal yang perlu kami kerjakan."
Peta penanganan

Laporan ini menunjukan meski angka bunuh diri di kalangan tentara AS turun namun angka kekerasan dan kejahatan seksual serta kekerasan rumah tangga justru meningkat hingga 30 persen sejak tahun 2006. Peningkatan juga terjadi pada kasus pelecehan terhadap anak di lingkungan tentara AS, laporan tersebut menyebutkan angkanya mencapai 43 persen.

Laporan ini juga menyebutkan peningkatan jumlah tentara yang dibawa ke rumah sakit karena berpikir untuk bunuh diri.

Jenderal Chiarelli mengatakan saat para komandan pasukan banyak yang memasukan anak buahnya ke dalam program mengatasi penyalahgunaan zat terlarang dan mengeluarkan tentara yang melanggar aturan. "Saya pikir kami setidaknya sudah mendapatkan masalahnya dan berharap akan mulai bisa menekan terus angkanya," kata Chiarelli.

Laporan itu menunjukan bahwa sebagian kasus kekerasan rumah tangga di lingkungan militer banyak melibatkan pelaku dengan latar belakang pernah mendapat hukuman penjara karena kasus kekerasan serupa.

Dalam kasus kekerasan rumah tangga dan pelecehan anak di lingkungan tentara AS, laporan ini juga menyebutkan tidak bisa lepas dari kasus kecanduan alkohol yang terus meningkat sejak tahun 2006.

Sumber : BBC Indonesia

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar :

Poskan Komentar

- No Flood & Spam !
- Jika ada Link yang bermasalah silahkan tinggalkan
komentar dibawah ini

Terimakasih !